Hari yang kurang mengenakan sebetulnya untuk memulai perkenalan. Badanku lelah, psikisku lelah, terlebih hatiku. Tapi tak apalah, aku mulai saja perkenalan ini.
Halo,
Namaku Fikri Nathiq, kalian bisa bebas memanggilku siapa saja. Aku sebenarnya enggan sekali membuat intro post seperti ini. Bukan apa-apa, Aku malas bila harus mengulik kembali histori hidup ku lantas ku tulis kembali. Hal itu sama saja seperti membuka luka-luka yang pernah menganga lebar. Walau bahagiapun sebenarnya masih ada dalam sejarahku. Yha, apa mau dikata? Kadang nila setitik rusak susu sebelanga sangat nyata sekali.
Namaku Fikri Nathiq, kalian bisa bebas memanggilku siapa saja. Aku sebenarnya enggan sekali membuat intro post seperti ini. Bukan apa-apa, Aku malas bila harus mengulik kembali histori hidup ku lantas ku tulis kembali. Hal itu sama saja seperti membuka luka-luka yang pernah menganga lebar. Walau bahagiapun sebenarnya masih ada dalam sejarahku. Yha, apa mau dikata? Kadang nila setitik rusak susu sebelanga sangat nyata sekali.
Kembali lagi,
Aku adalah seorang pemuda yang senang sekali berkeluh kesah (Catat itu sebelum kalian menghakimi ku sebagai manusia pengeluh, karena memang itu Aku.). Hobiku tak banyak. Selain gemar bercengkrama dengan kasur, Aku pun senang sekali memandang wajahmu. Hm.
Aku adalah seorang pemuda yang senang sekali berkeluh kesah (Catat itu sebelum kalian menghakimi ku sebagai manusia pengeluh, karena memang itu Aku.). Hobiku tak banyak. Selain gemar bercengkrama dengan kasur, Aku pun senang sekali memandang wajahmu. Hm.
Skip,
Tidak ada yang spesial sebenarnya dari diriku. Aku hanya sesosok pria yang hendak menumpahkan isi kepala dan hatinya lantas membagi itu semua kepada kalian. Aku bukan sosok yg mudah bercerita terus terang kepada orang, terkecuali sudah kupercaya betul dan memang dirasa penting untuk dirinya tahu.
Tidak ada yang spesial sebenarnya dari diriku. Aku hanya sesosok pria yang hendak menumpahkan isi kepala dan hatinya lantas membagi itu semua kepada kalian. Aku bukan sosok yg mudah bercerita terus terang kepada orang, terkecuali sudah kupercaya betul dan memang dirasa penting untuk dirinya tahu.
Hualah, perkenalan ini semakin tak jelas arahnya. Langsung saja, izinkan pemuda yang sedang mencari jati diri ini berbagi pahit getir nya perjuangan. Bukan perjuangan mencari jati diri, melainkan perjuangan mengasihani dan menyayangi diri sendiri. Bahwa sebenarnya Aku dan Kamu semua pantas untuk di dengar, walau pena menjadi pengganti lidah yang kelu dalam berujar.
Adieu!
![]() |
| sumber: Istimewa |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan jejak, agar silahturahim antar blogger tetap terjaga :)