Apakah salah ketika manusia dipenuhi dengan harapan?
Bukankah setiap dari kita adalah hasil dari harap yang terpancar dari tiap-tiap doa yang disenandungkan oleh orang lain?
Seberapa naifkah kita mengingkarinya.
Kau, Kamu, dan bahkan Aku selalu ada minimal satu orang di dalam hdup kita yang terus mendoakan.
Baik buruknya doa, itu lain urusan.
Seharusnya, yang menjadi pikiranmu dan Aku adalah,
biar ku perjelas.
kalau aku,
baru saja.
Dan kini aku tak tahu dengan cara apalagi untuk mengutarakannya padamu.
bahwa aku.
Rindu.
Adieu!
Bukankah setiap dari kita adalah hasil dari harap yang terpancar dari tiap-tiap doa yang disenandungkan oleh orang lain?
Seberapa naifkah kita mengingkarinya.
Kau, Kamu, dan bahkan Aku selalu ada minimal satu orang di dalam hdup kita yang terus mendoakan.
Baik buruknya doa, itu lain urusan.
Seharusnya, yang menjadi pikiranmu dan Aku adalah,
"Sudah berapa kali Kita mendengar dan menyimak di kala semesta memberi isyarat bisu namun syarat akan makna?"
biar ku perjelas.
"Sudah berapa lama, sejak terakhir kali Kamu mendengar nurani terdalammu?"
kalau aku,
baru saja.
Dan kini aku tak tahu dengan cara apalagi untuk mengutarakannya padamu.
bahwa aku.
Rindu.
Adieu!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan jejak, agar silahturahim antar blogger tetap terjaga :)